Selama dua tujuh tahun ini, merasakan pacaran baru tiga kali. Itupun waktu SD/SMP. Setelah itu tak pernah pacaran lagi. Apakah cinta telah mati? Oh tentu saja tidak!! Malah sy sering jatuh cinta tapi belum sampai jatuh di pelukan. Hehehe...
Jatuh cinta sama orang yang tidak tepat. Hatinya tidak tepat mencintai saya :D. Capek juga sih mengalami cinta seperti itu. Cinta yang tak jelas ujungnya. Cinta yang susah sekali diungkapkan karna cinta itu cuma satu pihak aja yg rasa.
Tiap kali saya menyayangi seseorang, he's always masuk list dalam doaku. Jadi ingat waktu ibadah haji 6 tahun lalu, saat itu saya lg dekat sama seseorang yg juga sahabat saya. Seseorang yg sangat baik. Seseorang yg sangat sayang sama keluarganya. Seseorang yg sy harap bisa jadi calon suami. Saya berdoa di depan Pintu Ka'bah agar diberi petunjuk apakah dia jodohku. Doa yg standar sih tp begitu dalam maknanya bt saya. sambil tangan bersedekap di dada, dengan khusyu saya berdoa :
"Ya Allah, sy lg dekat sama seseorang. Dia baik, Ya Allah. Jika benar, saya dan dia berjodoh, dekatkanlah dan mudahkanlah jalan kami. Dan jika tidak berjodoh, tolong beri petunjuk dan hilangkanlah ingatanku/perasaanku akan dia. Amin Ya Allah Yang Maha Penyayang"
Doa telah dipanjatkan dan saya yakin Allah pasti mendengar apalagi kita bermohon di Rumah Suci Allah. Saya benamkan doa itu dalam hati, saya simpan dan ulangi lagi hingga nanti menemukan jawabannya.
Ibadah haji selesai dan saya pun pulang ke tanah air. Tak berapa lama, saya dengar dari Dia langsung, klo dia lg dekat dengan seseorang. Seseorang yg menurut dia baik dan cocok. Mereka saling mencintai dan serius akan jalani hubungan itu ke pelaminan. Saya cukup kaget, bahagia dan sedih tentunya mendengar hal itu. Sebagai sahabat yg baik, Saya cuma bisa berkata "Wah bagus itu. Itu namanya jodoh. Kamu pasti bahagia. Selamat ya!"
Saya kaget karna apa yang saya mohonkan secara khusyu di Ka'bah terjawab tanpa harus menunggu lama. Saya bahagia karna dia telah menemukan kebahagiaannya (jika kamu menyayangi seseorang, pasti kamu akan melakukan hal yg sama walaupun sakit krn Cinta butuh pengorbanan. You happy, i'm happy too). Saya sedih karna ternyata dia bukan jodohku dan harus merelakan cintaku itu pergi.
Hari berganti bulan dan rasa itu masih ada. Tepat hari ultahku, 9 juni, dia menelepon dan memberi kabar klo dia akan menikah bulan ini. Sambil menahan gemuruh di dada, sy berusaha tenang dan menunjukkan ekspresi bahagia hingga pembicaraan di telpon usai. Dan tidak ada kata selamat ultah dari dirinya. He's really hurting my heart and i cry. Segera sy berwudhu dan ngaji (salah satu cara ampuh bt sy menenangkan hati) melafalkan ayat2 suci Al Qur'an dengan hati perih, mata berair, ingus meleleh dan suara parau. Mengaji terus hingga hati ini tenang dan tak sengaja sampai terlelap.
Sejak saat itu, saya slalu berlaku sabar tentang jodoh. Jika lagi dekat sama seseorang, Doa yg kupanjatkan di Ka'bah dan sangat kuyakini, slalu kuucapkan. Dan tak tau kenapa, slalu pahit jawabannya. Mungkin Allah masih ingin saya sendiri. Mungkin Allah tahu klo saya lebih mencintai manusia dibanding DiriNya. Mungkin Allah ingin saya bersabar. Mungkin Allah sudah menyimpan lelaki terbaik buat saya. Yang pasti, ALLAH SWT yg menentukan jodoh, rejeki, umur UmatNya. Dan hanya Dia yang tahu apa yg terbaik buat saya.
Amin Ya Robbal 'Alamin.
Published with Blogger-droid v1.7.2